Isra Mi’raj: Ketika Allah Memanggil, Jarak Tak Lagi Berarti

Isra Mi’raj: Ketika Allah Memanggil, Jarak Tak Lagi Berarti

Peristiwa Isra Mi’raj bukan sekadar kisah perjalanan luar biasa Nabi Muhammad ?, tetapi juga sebuah pesan spiritual yang sangat dalam bagi setiap insan beriman. Dalam satu malam, Rasulullah ? diperjalankan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha (Isra), lalu dinaikkan menembus lapisan-lapisan langit hingga Sidratul Muntaha (Mi’raj). Sebuah perjalanan yang secara logika manusia mustahil, namun menjadi nyata karena kehendak dan kuasa Allah.

Dari peristiwa agung inilah kita memahami satu makna besar: “Isra Mi’raj adalah bukti bahwa ketika Allah memanggil, jarak tak lagi berarti, dan ketika kita bersujud, rahmat-Nya selalu mendekat.”

Panggilan Allah selalu sampai kepada siapa pun yang hatinya bersedia mendengar. Sejauh apa pun jarak, setinggi apa pun rintangan, ketika Allah menghendaki, segalanya menjadi mungkin. Begitu pula dalam sujud—ibadah yang tampak sederhana, tetapi menjadi titik terdekat seorang hamba dengan Rabb-nya. Di sanalah doa mengalir, harap tumbuh, dan rahmat turun tanpa batas.

Makna Isra Mi’raj dalam Dunia Pendidikan

Bagi dunia pendidikan, Isra Mi’raj mengajarkan bahwa proses mendekat kepada Allah adalah perjalanan yang harus dibimbing sejak dini. Anak-anak perlu dikenalkan bahwa shalat bukan sekadar kewajiban, tetapi sebuah kehormatan. Bahwa ilmu bukan hanya untuk kecerdasan, tetapi juga untuk menumbuhkan iman dan akhlak.

Nilai-nilai inilah yang menjadi ruh pendidikan di SDIT BILQIS. Melalui pembiasaan shalat tepat waktu, pendidikan Al-Qur’an, adab sehari-hari, serta pembinaan karakter Islami, SDIT BILQIS berupaya menanamkan kepada setiap peserta didik bahwa kedekatan dengan Allah adalah fondasi utama dalam meraih kesuksesan hidup.

Membentuk Generasi yang Dekat dengan Allah

Peringatan Isra Mi’raj menjadi momentum penting bagi keluarga besar SDIT BILQIS untuk kembali menguatkan komitmen dalam mendidik generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara spiritual. Generasi yang memahami bahwa ketika mereka menjaga shalatnya, Allah akan menjaga hidupnya. Ketika mereka bersungguh-sungguh dalam sujudnya, Allah akan melapangkan jalannya.

Karena sejatinya, pendidikan terbaik adalah pendidikan yang mampu mengantarkan anak mengenal Tuhannya, mencintai Nabinya, dan membiasakan dirinya berjalan di atas nilai-nilai Islam.